Lindra Darnela
Lindra Darnela
UIN Sunan Kalijaga
Verified email at uin-suka.ac.id - Homepage
TitleCited byYear
Interrelasi dan Interkoneksi antara Hermeneutika dan Ushul Fiqh
L Darnela
. 43 (1), 2009
22009
Trafficking in Women Sebagai Akibat Tidak Terpenuhinya Hak-hak Dasar: Suatu Tinjauan Hukum Internasional
L Darnela
Jurnal Ying Yang 2 (2), 1-32, 2007
22007
Pembelajaran Multikultural: Belajar dari Pengalaman
L Darnela
Jakarta: Jembatan, 2006
22006
Menggali Teks, Meninggalkan Makna: Menelisik Pemikiran Muh} ammad Shah} rūr
L Darnela
dalam Jurnal Asy-Syir‟ ah 42 (1), 0
2
Legitimasi Resolusi Dewan Keamanan PBB dalam Konflik di Darfur Sudan
L Darnela
. 46 (2), 2012
12012
Menggali Teks, Meninggalkan Makna: Pemikiran Singkat Muhammad Syahrur Tentang Poligami
L Dharnela
. 42 (1), 205-224, 2008
12008
Perlindungan Pemerintah Indonesia terhadap Stateless Person Imigran Rohingya di Aceh
L Darnela, MA Nugroho
. 51 (2), 497-519, 2019
2019
Tinjauan Sistem Hukum dalam Penerapan Peraturan Daerah (Perda) Syari’ah di Tasikmalaya
L Darnela
. 50 (1), 259-285, 2016
2016
Legitimasi Masyarakat Internasional Terhadap Intervensi Kemanusiaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tahun 2011
L Darnela
. 49 (1), 1-24, 2015
2015
Pros and Cons Among Pesantren Kvai on the Development of Sharia in Tasikmalaya Regency in 2000-2007
L Darnela
Law and Islamization: The case of Indonesia 1, 279, 2015
2015
Dispartas Putusan Narkotika (Yogyakarta)
L Darnela, A Mangunsong
Disparitas Putusan Hakim, Identitas dan Implikasi 1, 261, 2014
2014
Perubahan Undang-undang Dasar 1945: sebuah Keniscayaan
L Darnela
De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah 2 (2), 2010
2010
Komitmen pemerintah Indonesia dalam penanggulangan perdagangan perempuan dan anak (Trafficking in Women and Children
L DARNELA
Universitas Gadjah Mada, 2004
2004
Penetrasi Pesantren terhadap Penetapan Perda Syari’ah di Tasikmalaya1
L Darnela
Upaya Indonesia dalam Mengatur Zona Ekonomi Eksklusif Berdasarkan Hukum Laut Internasional
L Darnela
The system can't perform the operation now. Try again later.
Articles 1–15