M. Harir Muzakki
M. Harir Muzakki
IAIN Ponorogo
Email yang diverifikasi di stainponorogo.ac.id
Judul
Dikutip oleh
Dikutip oleh
Tahun
Insan Kamil: Pandangan Ibnu ‘Arabi. cet. I
M Takeshita
Surabaya: Risalah Gusti, 2005
17*2005
Shalawat gembrungan: mutiara budaya Jawa-Islam
M Ngadhimah, A Faruq, MH Muzakki
STAIN Ponorogo Press, 2010
62010
The crisis of Islam: Islam dalam krisis: antara perang suci dan teror kotor
B Lewis, MH Muzakki
Jawa Pos Press, 2004
32004
PENGGUNAAN PODCAST DALAM (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA MATA KULIAH LISTENINGI PRODI TADRIS INGGRIS JURUSAN TARBIYAH STAIN PONOROGO
M Toyib
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam 6 (1), 1-21, 2012
22012
Relasi Guru Dan Murid (Pemikiran Ibnu ‘Athaillah Dalam Tinjauan Kapitalisme Pendidikan)
M Nurdin, MH Muzakki, S Sutoyo
Kodifikasia 9 (1), 121-146, 2016
12016
Tinjauan Hukum Islam tentang Praktek Jual Beli Sayur Melalui Wakalah Di Desa Krisik Ponorogo
H M Harir Muzakki
ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 10 (2), 522-543, 2016
12016
Prilaku Seks Bebas Remaja Di Kabupaten Ponorogo Persepketif Interaksionalisme Simbolik George Herbert Mead
MH Muzakki
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam 4 (1), 1-23, 2010
12010
Multikulturalisme Pada Zaman Kasultanan Pajang Abad Ke 16 M (Telaah Terhadap Serat Nitisruti)
MH Muzakki
2019
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upah Pembajak Sawah di Desa Klesem Pacitan
H Muzakki, A Sumanto
AL-'ADALAH 14 (2), 483-506, 2017
2017
Perilaku seks bebas remaja di Kabupaten Ponorogo: Perspektif interaksional simbolik George Herbert Mead
MH Muzakki
Jurnal Kodifikasia Vol 4 (1), 2010
2010
Kelestarian Shalawat Gembrungan:(lntegrasi Ajaran Islam dengan Seni Budaya Lokal: Studi Kasus di Desa Gotak Klorogan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun)
M Ngadhimah, MH Muzakki, A Faruq
KODIFIKASIA 3 (2), 125-148, 2009
2009
Al-Islâm wa Ushűl al-Hukm: Delegitimasi Institusi Khilâfah
MH Muzakki
Ulumuna 9 (2), 397-409, 2006
2006
TINJAUAN MAS} LAH} AH TERHADAP NIKAH PAKSA (TUMBUK) DI
DA NIHAYATI, MH MUZAKKI, M HI
Sistem tidak dapat melakukan operasi ini. Coba lagi nanti.
Artikel 1–13