Endang Suhendang
Endang Suhendang
Professor of Forest Management, Bogor Agricultural University (IPB)
Email yang diverifikasi di ipb.ac.id - Beranda
Judul
Dikutip oleh
Dikutip oleh
Tahun
Pengantar Ilmu Kehutanan; Kehutanan Sebagai Ilmu Pengetahuan, Kegiatan, dan Bidang Pekerjaan
E Suhendang
IPB Press, 2013
952013
Reconciling oil palm economic development and environmental conservation in Indonesia: A value chain dynamic approach
H Purnomo, B Okarda, A Dermawan, QP Ilham, P Pacheco, F Nurfatriani, ...
Forest Policy and Economics 111, 102089, 2020
132020
Hubungan antara Dimensi Tegakan Hutan Tanaman dengan Faktor Tempat Tumbuh dan Tindakan silvikultur pada Hutan Tanaman Pinus merkusii Jungh, et de Vriese di Pulau Jawa
E Suhendang
Disertasi Doktor pada fakultas Pascasarjana IPB, Bogor. Tidak dipublikasikan, 1990
121990
Perbandingan daya saing produk gondorukem di pasar internasional
A Fachrodji, U Sumarwan, E Suhendang, H Harianto
Jurnal Manajemen & Agribisnis 6 (2), 140-151, 2009
112009
Sudarsono. 2005
B Wasis, C Kusmana, E Suhendang
Kondisi sifat tanah hutan dan korelasi hubungannya dengan peninggi tegakan …, 0
11
Transition matrix growth models for logged over natural forest in Central Kalimantan
H Krisnawati, E Suhendang, IP Parthama
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 5 (2), 107-128, 2008
92008
Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder (The Variability of Stand Structure of Logged-over Natural Forest)
M Muhdin, E Suhendang, D Wahjono, H Purnomo, I Istomo, ...
Jurnal Manajemen Hutan Tropika 14 (2), 82-88, 2008
82008
Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder (The Variability of Stand Structure of Logged-over Natural Forest)
M Muhdin, E Suhendang, D Wahjono, H Purnomo, I Istomo, ...
Jurnal Manajemen Hutan Tropika 14 (2), 82-88, 2008
82008
Pendekatan Sistem Dalam Pendugaan Nilai Ekonomi Total Ekosistem Hutan: Nilai Guna Hasil Hutan Kayu Dan Non Kayu
B Bahruni, E Suhendang, D Darusman, HS Alikodra
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 4 (4), 369-378, 2007
82007
Pembentukan Hutan Normal Tidak Seumur sebagai Strategi Pembenahan Hutan Alam Produksi Menuju Pengelolaan Hutan Lestari di Indonesia
E Suhendang
Sebuah Analisis Konsepsional dalam Ilmu Manajemen Hutan.[Orasi Ilmiah …, 1999
8*1999
Model produksi daun pada hutan tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp cajuputi. Powell) sistem pemanenan pangkas tunas
PM Utomo, E Suhendang, W Syafii, BC Simangunsong
Jurnal Hutan Tanaman 9 (4), 195-208, 2012
72012
Correlation Analysis Between Seawater Intrusion And Mangrove Greenbelt
E Hilmi, C Kusmana, E Suhendang, I Iskandar
Indonesian Journal of Forestry Research 4 (2), 151-168, 2017
62017
Perkembangan paradigma kehutanan
E Suhendang
Makalah disampaikan dalam Diskusi Pengelolaan Hutan Berbasis Ekosistem …, 2013
62013
Metode pengaturan hasil hutan tidak seumur melalui pendekatan model dinamika sistem: Kasus hutan alam bekas tebangan
MS Labetubun, E Suhendang, D Darusman
Forum Pascasarjana 28 (2), 91-101, 2005
62005
Metode Pengaturan Hasil Berdasarkan Jumlah Pohon Untuk Pengusahaan Hutan Tidak Seumur
E Suhendang
Simposium Nasional Penerapan Ekolabel di Hutan Produksi. Jakarta, 10-12, 1995
6*1995
Tipologi desa berdasarkan variabel penciri hutan rakyat
T Lastini, E Suhendang, INS Jaya, H Hardjanto, H Purnomo
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8 (3), 155-168, 2011
52011
Morphological characteristics of Ectomycorrhizas on merbau [Intsia bijuga (Colebr.) O. Kuntze]
JDWI NUGROHO, I MANSUR, A PURWITO, E SUHENDANG
HAYATI Journal of Biosciences 17 (2), 68-72, 2010
42010
Morphological characteristics of Ectomycorrhizas on merbau [Intsia bijuga (Colebr.) O. Kuntze]
JDWI NUGROHO, I MANSUR, A PURWITO, E SUHENDANG
HAYATI Journal of Biosciences 17 (2), 68-72, 2010
42010
Kemelut Dalam Pengurusan Hutan
E Suhendang
Sejarah Panjang Kesenjangan antara Konsepsi Pemikiran dan Kenyataan. Bogor …, 2004
42004
Pengukuran Riap Diameter Pohon Meranti (Shorea spp.) pada Hutan Alam Bekas Tebangan
E Suhendang
Makalah disampaikan dalam Diskusi Sehari: Pertumbuhan dan Hasil Tegakan …, 1998
41998
Sistem tidak dapat melakukan operasi ini. Coba lagi nanti.
Artikel 1–20