Siti Mujibatun
Siti Mujibatun
UIN Walisongo Semarang
Email yang diverifikasi di walisongo.ac.id
Judul
Dikutip oleh
Dikutip oleh
Tahun
Pengantar Fiqh Muamalah
S Mujibatun
Semarang: Lembaga Studi Sosial Dan Agama, 2012
472012
Konsep uang dalam hadis
S Mujibatun
IAIN Walisongo, 2012
112012
Paradigma Ulama dalam Menentukan Kualitas Hadis dan Implikasinya dalam Kehidupan Umat Islam
S Mujibatun
Analisis: Jurnal Studi Keislaman 14 (1), 201-238, 2014
102014
Prospek Ekonomi Syari’ah Melalui Produk Mudarabah Dalam Memperkuat Sektor Riil
S Mujibatun
Economica: Jurnal Ekonomi Islam 4 (1), 141-154, 2013
102013
Kontroversi Theosofi Islam Jawa dalam Manuskrip Kapujanggan
MI Riyadi
Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 13 (1), 21-41, 2013
8*2013
Debt and Equity Based Financing: Size, and Islamic Banks Profitability: Empirical Evidence from Indonesia
R Wahyudi, S Mujibatun, R Riduwan
Iqtishadia 12 (2), 227-239, 2019
42019
Inkonsistensi prinsip time value of money dalam operasional transaksi keuangan syariah dan solusinya
S Mujibatun
Economica: Jurnal Ekonomi Islam 7 (2), 155-180, 2016
42016
Solusi problem penghapusan bunga dengan pendekatan produk bai’bi saman ajil dalam upaya mewujudkan lembaga keuangan la-riba (studi kasus di BMT Damar dan BMT-KJKS IAIN …
S Mujibatun
LP2M IAIN Walisongo, 2014
22014
VALIDITY OF PRE-ISLAMIC ARABIC LITERATURE AS A SOURCE OF AUTHENTICATION OF HADIS
MA Baharuddin, ME Soebahar, S Mujibatun
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis 21 (2), 449-468, 2020
12020
PENGARUH STRATEGI EKSKLUSIF TERHADAP KINERJA LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH
S Mujibatun
Economica: Jurnal Ekonomi Islam 1 (2), 85-92, 2016
2016
PERSETUJUAN PEMBIMBING
S Mujibatun, A Lathifah
2004
Peluang Dan Tantangan Ekonomi Syariah Menghadapi MEA
SM 2015
Paradigma Ulama dalam Menentukan Kualitas Hadis dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Umat Islam
SM 2013
Transaksi Salam dalam al Sunnah an Relevansinya dalam Meningkatkan Manajemen Pemasaran Produk di LKS (Studi Kasus di KSPPS BMT- UIN Walisongo)
SM 2017
Sistem tidak dapat melakukan operasi ini. Coba lagi nanti.
Artikel 1–14